Pemerintah Arab Saudi menutup sekitar 100 toko pakaian dalam di ibukota Riyadh. Penutupan dilakukan karena toko-toko tersebut masih mempekerjakan lelaki sebagai pegawai.
Diberitakan Telegraph yang mengutip harian Al-Eqtisadiah, Minggu 16 September 2012, Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi mengatakan bahwa toko-toko tersebut melanggar peraturan pemerintah soal feminisasi dan nasionalisasi pekerjaan.
Menurut laporan salah seorang staf kementerian, penutupan bertujuan untuk memberikan lingkungan yang aman bagi konsumen dan pekerja wanita.
Aturan pemerintah soal larangan pekerja pria bekerja di toko pakaian dalam wanita diberlakukan sejak awal tahun ini. Langkah ini kemudian diikuti oleh toko-toko kosmetik yang mulai hanya mempekerjakan kaum Hawa.
Raja Abdullah mendukung aturan baru tersebut yang menurutnya juga berguna membuka lapangan pekerjaan bagi wanita. Menurut data terbaru, angka pengangguran di kalangan wanita di Saudi mencapai 30 persen.


00.20
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar